Bahaya Sakit Leher yang Sering Diremehkan: Kebiasaan Sepele Ini Bisa Picu Risiko Stroke Tanpa Disadari

 Ketahui bahaya memijat dan menggerakkan leher berlebihan

LIFESTYLE(Catatan.ara) - Sakit leher adalah kondisi yang hampir semua orang pernah alami. Entah karena salah posisi tidur, terlalu lama menunduk saat bekerja, atau kelelahan otot. 

Namun, siapa sangka bahwa kebiasaan sederhana seperti memutar leher secara berlebihan atau memijat terlalu keras justru bisa berbahaya?

Banyak orang mencoba meredakan leher kaku dengan cara memutar atau meregangkannya secara ekstrem.  

Padahal, tindakan ini berisiko merusak pembuluh darah penting yang berada di sekitar leher, terutama arteri karotis yang berfungsi mengalirkan darah ke otak.

Baca Juga : Ini Bahaya Menahan Buang Air Besar

Gerakan Leher Berlebihan Bisa Picu Cedera Serius

Tidak hanya dalam aktivitas sehari-hari, risiko juga bisa muncul saat berolahraga. Latihan intens seperti angkat beban, gerakan dance dengan hentakan kepala, hingga yoga tertentu dapat memberikan tekanan berlebih pada leher.

Salah satu pose yoga yang perlu diwaspadai adalah shoulder stand, di mana tubuh bertumpu pada leher sambil mengangkat kaki ke atas.

 Jika dilakukan tanpa kesiapan fisik yang memadai, pose ini dapat menekan pembuluh darah di leher secara berlebihan.

Bahkan, dalam kasus yang sangat jarang, cedera serius pada arteri karotis pernah terjadi saat seseorang mencuci rambut di salon. 

Baca Juga : Manfaat, Mitos, dan Pilihan Konsumsi Susu

Posisi kepala yang terlalu menengadah ke belakang dapat menyebabkan ketegangan pada otot leher dan berdampak pada pembuluh darah.

Kenali Gejala yang Tidak Biasa

Umumnya, sakit leher tidak berbahaya. Namun, jika rasa nyeri terasa berbeda dari biasanya, lebih intens, berlangsung lama, atau disertai sakit kepala hebat, Anda perlu waspada.

Nyeri ini bisa menjalar dari leher ke area sekitar mata atau wajah. Dalam beberapa kasus, gejalanya mirip dengan migrain sehingga sering disalahartikan.

Lebih serius lagi, jika muncul gejala seperti penglihatan ganda, pusing, kesulitan berbicara, sulit berkedip, atau bahkan kehilangan keseimbangan, segera cari pertolongan medis. Ini bisa menjadi tanda gangguan serius seperti stroke.

Baca Juga : Cara Unik Profesor Korea Makan Mie Tetap Sehat

Jangan Abaikan Risiko, Meski Jarang Terjadi

Kasus cedera arteri karotis memang tergolong langka, tetapi dampaknya bisa sangat fatal.

 Jika terjadi robekan pada pembuluh darah ini, bekuan darah dapat terbentuk dan menghambat aliran darah ke otak, yang berpotensi menyebabkan stroke, bahkan pada usia muda di bawah 50 tahun.

Karena itu, penting untuk lebih berhati-hati dalam memperlakukan leher. Hindari gerakan ekstrem, lakukan peregangan dengan perlahan, dan kenali batas kemampuan tubuh Anda.

Menjaga kesehatan leher bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga tentang melindungi fungsi vital tubuh secara keseluruhan.


Sumber Referensi : Health Chosun

Komentar